Selasa, 25 Desember 2018

I am Fine


I’m Fine

Sejenak aku merenungkan, dalam sepi dan derasnya air hujan. Hei apa kabar mu? Aku berharap kau selalu sehat, selalu bahagia. Masih ingat denganku? Tidak apa-apa kalau kau lupa. Maafkan aku karena untuk kesekian kalinya sudah lancang memikirkanmu, kau pasti tidak suka.

Aku tidak tau kenapa setiap hujan turun kau selalu terbesit dalam pikiranku, kau selalu berlari kesana kemari di pikiranku. Maafkan aku.

Aku turut berbahagia mendengar kabarmu akan memulai kehidupan baru dengan orang yang kau cintai, sungguh aku bahagia, sangat bahagia. Terlepas dari semua yang telah aku dan kau lalui bersama, disini aku memahaminya bahwa semua yang telah aku dan kau lalui sama sekali tidak ada artinya, bukan begitu?

Aku selalu berpikir.
Apakah begitu buruknya aku bagimu, sampai kau tidak memberitahuku kabar bahagia ini?
Apakah begitu bencinya kau kepadaku, sampai kau tidak memberitahuku kabar bahagia ini?
Apakah tidak berartinya aku untukkmu, sampai kau tidak memberitahuku kabar bahagia ini?
Apakah ini, apakah itu, mungkinkah begini, mungkinkah begitu. Pada akhirnya aku tau, aku tidak ada artinya apa-apa dalam hidupmu.

6 tahun kita tumbuh bersama dari kecil, bermain bersama, lari bersama, belajar bersama, berkelahi bersama, serta begitu banyak hal yang telah kita lalui bersma.

Kita sama-sama menagis saat kelulusan tiba karena kita akan menempuh pendidikan di sekolah yang berbeda, kau menenanganku dan selalu mengatakan “jangan nangis, kita akan tetap menjadi sahabat kok sampai kapanpun. Aku akan mengingatmu dan kau harus selalu ingat denganku, janji?.” Anggukan kecil dariku menjawab pernyataan dan pertanyaanmu, iya aku janji akan tetap menjadi sahabatmu dan tetap ingat denganmu.

3 tahun aku dan kau melewati masa SMP di sekolah masing-masing, semua masih normal. Ketika kelas VII, lambaian tangan dan senyuman kecil masih terpatri di wajahmu setiap kau di dalam bus menuju sekolahmu dan bertemu denganku yang masih menunggu datangnya bus ke sekolahku. Saat kelas VIII lambaian tanganmu sudah hilang ditelan bumi, tapi aku bersyukur senyum kecilmu masih terparti di wajahmu, itu berarti kau masih mengingatku bukan?. Ketika kelas IX tiba, senyum kecilmu sudah menguap, bahkan untuk sekedar menoleh ke arahku kau tak sudi. Apa yang terjadi sahabatku? Apa kau lupa kepadaku?.

3 tahun selanjutnya aku habiskan masa SMA di sekolah yang sama denganmu. Tidak, aku tidak mengejarmu ke sana, aku hanya ingin menempuh pendidikan di sekolah yang sangat diimpikan oleh semua siswa.
Aku tidak akan mulai terlebih dahulu, lagi pula memulai untuk apa? Tidak ada yang aku akhiri bukan? Jadi biarlah jalan ini mengalir seperti air di sungai, tidak begitu deras dan tidak begitu pelan.

Awal kelas X aku dan kau akan menjalani perkemahan bagi siswa baru. Takdir menentukan aku di kelas X-8 dan kau di kelas X-7. Anggukan kecil mulai terlihat diantara aku dan kau, sapaan kecil mulai terdengar diantara aku dan kau, dan senyuman kecil mulai terpatri di wajahmu dan wajahku. Bolehkah aku berharap? Just a best friend.

Persahabatan kita kembali terbangun, dan perasaan aneh ini mulai bangkit dari dalam hatiku. Aku mengerti tidak akan ada persahabatan antara laki-laki dan perempuan, klise memang tapi dengan bodohnya aku tetap mengarunginya

Aku jelas mengerti perasaan apa ini, perasaan terlarang yang tumbuh diantara persahabatan yang suci. Mengatakannya kepada mu? Yang benar saja, aku tidak ingin kau menertawakanku sampai mati konyol.

Ketika kelas XI perasaan ini semakin meluap, dengan segenap keberanian yang kupunya, aku bertekad mengungkapkannya kepadamu. I always remember it. Sore hari sepulang kelas excel dan kau pulang ekskul basket, seperti biasa aku dan kau akan berjalan kaki kurang lebih 500 meter menuju halte bus. Saat aku akan mengatakan perasaanku kau berkata, “aku menyukai sesorang, dia satu kelas denganmu maukah kau membantuku?”. Tuhan bolehkah aku tidak mengenalnya sejak kecil?.

Sahabatku asal kau bahagia aku akan melakukan apapun untukmu, aku bahagia melihatmu bahagia bersamanya

Ketika semester akhir kelas XI, aku tidak mengerti apa yang terjadi denganmu, tidak ada senyum kecil diwajahmu, tidak ada sapaan yang kudengar dari bibirmu, bahkan anggukan kepalamu sudah tidak terlihat. Kau menjauhiku? It’s oke, aku mengerti.

Tiba saatnya upacara kelulusan dan tidak ada yang berubah darimu, semua tetap sama, aku dan kau kembali menjadi asing satu sama lain.

6 tahun berlalu dan semua tetap sama, aku tidak mengerti apa kau berubah sangat membenciku? Sampai tiba kabar bahagiamu ku dengar dari orang lain. Kau tau apa yang kurasakan? Sakit pasti, kecewa tentu, marah jelas, tapi dari semua perasaan itu, rasa bahagia masih ada untukmu sahabat.

Aku sangat bahagia mendengar kau akan melangsungkan pernikahan dengan orang yang kau cintai, biarlah kalian menganggapku munafik aku tidak perduli.
Untukmu sahabatku, semoga kau bahagia dengan perempuan pilihanmu.
Untukmu sahabatku, do’a terbaik selalu kupanjatkan untuk kebahagianmu.
Untukmu sahabatku, aku selalu bahagia.
Untukmu sahabatku, bolehkah aku tetap menganggapmu sahabatku?
Untukmu sahabatku, ketahuilah aku masih dengan perasaan yang sama untukmu.

Aku sadar, tuhan punya rencana yang terbaik untukku, ya suatu saat nanti aku juga berhak bahagia dengan orang yang kucintai.
Tidak kamu,
Tapi orang lain yang tepat untukku.





12’22’18
Love

Humaira Evanna



2 komentar:

  1. Lucky Club Casino Site 2021 Review & Rating
    › casino-sites › casino-sites Lucky Club Casino Online Betting 2021 luckyclub Review and Rating - Live Dealer & Poker Games ✓ 24/7 ✓ Check MyCasino.ag Rating: 7/10 5 reviews

    BalasHapus
  2. Hotel Casino & RV Park - MapYRO
    The casino is situated on Route 창원 출장마사지 34 원주 출장마사지 in 서산 출장마사지 Pautipaug Highway and offers 3,000 나주 출장안마 slot 진주 출장안마 machines and 30 table games including video poker, roulette,

    BalasHapus